Berau Creative Workshop merupakan pelatihan kreatif yang dilangsungkan di Balai Mufakat, Berau Training Center, Tanjung Redeb selama 5 hari mulai tanggal 30 Mei sampai dengan 3 Juni 2016. Pelatihan ini adalah kegiatan kolaborasi antara pemerintah setempat, Kementerian Perindustrian, Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional), PT. BUMA dan Bali Creative Industry Center. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk IKM Berau, meningkatkan kualitas produk khas Berau dalam kriya dan fesyen, melatih kewirausahaan, mengembangkan potensi dan jenis produk IKM yang ada di Berau. Karena hal tersebut maka kegiatan ini menyasar  pelaku IKM, SMA & SMK, juga pengrajin kriya & fesyen.

Kegiatan hari pertama diisi dengan materi mengenai “Branding as Design Soul” oleh Genie Anggita, creative director dari BCIC. Materi ini ditujukan untuk memberi pemahaman bahwa branding sangatlah dibutuhkan dalam mengembangkan suatu produk, bahwa produk haruslah memiliki jiwa, dan dengan melalui branding produk ini dapat membangun jiwa dan karakternya masing masing, sehingga sebuah produk memiliki diferensiasi dan hal tersebut  memberikan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan produk yang tidak terbranding.

Hari kedua mengenai “Bisnis Kreatif“ oleh Nancy Margried. Beliau merupakan seorang enteurpreneur dan salah satu pelopor dari pergerakan fesyen etnic Indonesia dengan mengembangkan batik fractal di Indonesia. Sedang materi bisnis kreatif yang disampaikan olehnya memuat mengenai model – model bisnis kanvas yang dapat diterapkan dalam berbisnis.  Materi kali ini juga menyampaikan betapa pentingnya mengetahui model bisnis kanvas yang sesuai dengan produk dan cara yang paling efektif untuk memasarkan produk tersebut.

Kemudian materi selanjutnya disampaikan oleh Agus Windharto dengan judul materi “Idea – Creativity – Innovation”, dalam sesinya beliau menyampaikan bahwa keterkaitan antara ide, kreativitas dan inovasi sangatlah erat. Dari sebuah ide kita dapat menghasilkan pikiran kreatif dan mewujudkannya dalam suatu bentuk berupa sebuah inovasi baru. Dalam berbisnis juga demikian, jika bisnis tersebut tidak berinovasi maka akan berpotensi pailit sebab akan tertindih dengan bisnis sejenis yang memiliki inovasi.

Hari ketiga diisi dengan Creative Craft & Fashion Workshop. Workshop ini terdiri dari serangkaian pelatihan dan terbagi menjadi lima kelas, Kelas tulang dan kerang, serat alam dan anyaman, pengemasan, rotan, dan tenun.  Tiap-tiap kelas dipimpin oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Kelas tulang dan kerang dipimpin oleh Yudha Enrico dan Kanan Jaya. Kelas serat alam dan anyaman oleh Ilhamia Nuantika (BCIC) dan Instruktur Anyam BBKB. Kelas pengemasan dipimpin oleh tim pengemasan BCIC Genie Anggita, Ruly Maulana dan Ega Elanda. Kelas rotan oleh Ihsan Biantoro, Adi Suprayitno, Anas, Irman. Kelas tenun dipimpin oleh  Lusiana, Instruktur Tenun BBKB.

Hari keempat diisi dengan Demo Cash Flow Game. Game yang diciptakan oleh Robert T. Kiyosaki ini mengajarkan para pemainnya untuk mengatur keuangan, belajar menejemen resiko dan berani mengambil peluang. Game ini sangat sesuai jika dipraktekkan dalam kegiatan berbisnis yang sesungguhnya, namun dikemas secara fun dan menyenangkan, sehingga lebih mudah terekam dibenak pemain, dimana pemain game ini merupakan pelaku bisnis kreatif sekaligus peserta dalam Berau Creative Workshop sendiri.

Hari kelima yang merupakan hari terakhir diisi dengan presentasi dari tiap perwakilan kelas dan penilaian karya hasil pelatihan. Karya-karya tersebut akan langsung dinilai oleh juri dari tim Kementerian Perindustrian dan BCIC. Serangkaian kegiatan Creative Workshop di Berau ditutup dengan makan malam bersama Ibu Bupati Hj. Sri Juniarsih, pertunjukan dan penyerahan Award kepada peserta terbaik. (rexsa)