Studio Dapur

Mega Pitriani P.

Studio Dapur adalah sebuah wirausaha yang dirintis untuk memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sambil berbisnis. Terinspirasi dari Helianti Hilman, pendiri Javara Indonesia dan Singgih Susilo Kartono, pendiri Magno dan Spedagi, Studio Dapur berdiri dengan konsep eco socialpreneur, kegiatan wirausaha yang memegang teguh prinsip sosial dan lingkungan.

Material bambu merupakan salah satu material unggulan dalam penerapan konsep eco socialpreneur yang mempunyai banyak sekali keunggulan dibanding material-material lainnya. Bambu tumbuh dengan sangat cepat dibandingkan dengan material lain, dapat mencapai 30 cm dalam satu hari. Karena bambu adalah material alam, bambu dapat dengan mudah diurai oleh Bumi. Selain itu, bambu sangat lentur dan kuat sehingga memungkinkan untuk dibentuk menjadi berbagai macam produk.

Target pasar yang kami tuju adalah masyarakat urban yang merindukan nuansa tradisi dan pedesaan dalam balutan masa kini. Masyarakat yang sadar betul bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan memilih produk-produk ramah lingkungan. Target pasar tersebut saat ini sedang berkembang dengan pesat, dapat dilihat dengan munculnya beragam brand dengan konsep ramah lingkungan.

Studio Dapur mencoba memberikan alternatif peluang dalam penerapan konsep eco socialpreneur yang dapat meningkatkan nilai-nilai yang terdapat di dalam alam dan masyarakat. Melalui produk bambu yang didesain dengan kualitas tinggi dan diproduksi oleh pengrajin bambu berpengalaman di Tasikmalaya, kegiatan wirausaha ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa sekitar pengrajin. Di samping itu, lingkungan di desa tersebut diharapkan dapat dipelihara kelestariannya.

Visi

“Number one destination of ethically kitchenware bamboo product that inspired by local culture in Indonesia.”

Misi

  1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan peralatan makan dan homedecor berbahan bambu.
  2. Producing a high quality of craft bamboo product ethically.
  3. Terus berinovasi mengembangkan produk-produk bambu dari sisi teknologi material.
  4. Memberdayakan masyarakat sekitar lingkungan pengrajin bambu.