Konsep desain saya mengangkat corak kebudayaan suku yang ada di Sumatera Utara yaitu suku Karo dengan membuat batik bercorak aksara karo dan rumah adat Karo yang di mana memiliki nilai yang fundamental tetapi mulai punah dan jarang di ketahui olah generasi saat ini. Mengakat aksara karo menjadi motif batik yang moderen salah satu cara saya melestarikan kebudayan ini dengan membuat batik di kain denim yang terlinat lebih moderen dan inovasi ini belum ada di Sumatra Utara. Langkah ini salah satu strategi saya dalam menarik minat para anak muda agar tertarik untuk mengenakan pakain kekinian tetapi kental akan kebudayaan sehingga Lestari kebudayan gaya tak luntur. Dan konsep saya pula mengunakan warna walau dalam pembuatan batik ini sehingga ramah lingkungan dan mengunakan dominan pewarna alam yang ada di Sumatra Utara tentunya seperti sabut kelapa, kuout bawang, bunga kuning, kopi, pelepah kulit jengkol, dan bawang dayak.
Dalam desain saya ini merupakan jawaban dari permasalahan di lingkungan sekitar saya di aspek kebudayan yang dimana aksara karo mulai punah dikarenakan banyak anak muda yang tidak paham tentang hal tersebut. Dengan membuat pakain yang multi fungsi yang di mana bisa menampilkan berbagai gaya dalam satu konsep desain dan memiliki corak motif batik aksara karo. Yang di mana terispirasi dari iklim yang da di Indonesia yaitu musim tropis yang dimana prodak ini bisa di kenakan dan di berbagai kondisi iklim dengan melepas pasang Material yang ada. Sehingga diharapkan anak muda tertarik dalam mengenakan nya Keunggulan prodak ini adalah di Material kain yang di gunakan karena bahan yang saya gunakan adalah batik yang di tuangan di kain denim yang di mana Material ini di gemari oleh semua kalangan. Dan pewarnaan yang di gunakan adalah pewarna alam sehingga ramah lingkungan dan mengikuti sertakan para ikm yang ada di sumut seperti pengrajin batik dalam proses pekerjaan nya. Sehingga sangat relevan dalam tema yaitu Neighbourhood Spirit melibatkan para ikm yang ada melestarikan kebudayan yang ada dan bangga dalam hal tersebut serta bersama menjaga alam dengan meminimalisir limbah berbahaya dengan mengunakan pewarna alam yang banyak terdapat di Indonesia seperti sabut kelapa, kukut jengkol, kukut bawang yang di mana bagi petani sendiri limbah yang tidak dapat di jual tetapi dengan ada ide pewarna alam ini limbah yang tidak ada harganya dapat menjadi tambahan pemasukan bagi petani setempat.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Fesyen
Desa rumah kabanjahe gang metcu 1 No. 019, Kabanjahe , KAB. KARO, KABANJAHE, SUMATERA UTARA, kode pos 22111
Produk