slider slider slider slider

Dokumen Kinerja Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya

Indeks Kepuasan Masyarakat (BPIFK / BCIC)

Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya / Bali

Home InStyle 2026 — Asia’s Premium Homewares & Textiles Sourcing Platform

figure
figure

IFCA

IFCA merupakan ajang kompetisi desain skala nasional yang mengedepankan Visi Sustainability. Melalui kompetisi ini diharapkan akan diperoleh Desainer Muda yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kepedulian sosial dan tetap memperhatikan keberlanjutan sebuah bisnis / usaha khususnya di industri kriya dan fesyen.

figure
figure

CBI

Program Creative Business Incubator (CBI) kegiatan yang dilakukan adalah menanamkan pola pikir wirausaha untuk meningkatkan kapasitas usaha / naik kelas melalui penyampaian materi, tugas lapangan, evaluasi serta bisnis pitching dengan melibatkan akademisi serta praktisi yang kompeten. Program CBI merupakan ruang untuk menciptakan wirausahawan yang profesional dan mandiri sehingga dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan industri kreatif di Indonesia.

figure
figure

Design Lab

Program Design Lab merupakan program untuk mendorong kolaborasi desainer dan IKM di Sentra khususnya di bidang fesyen dan kriya. Melalui kolaborasi yang dilakukan, diharapkan akan tercapai tujuan dari program Design Lab ini yaitu Membangun Ekosistem Industri Di Sentra IKM dan Meningkatkan Value Added Bisnis Berbasis Pasar (Market Based).

figure
figure

About Us

Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK)

Dalam rangka mendorong peran industry kreatif khususnya sub sektor fesyen dan kriya, Kementerian Perindustrian menerbitkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 146/M-IND/Kep/3/2014 yang diwujudkan dengan kegiatan Bali Creative Industry Center (BCIC). Pada tahun 2024, melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian telah menetapkan Bali Creative Industry Center (BCIC) menjadi Unit Pelaksana Teknis yang mandiri dengan nama Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kreatif (BPIFK).

Sesuai tugas dan fungsinya BPIFK/BCIC akan berfungsi sebagai wadah para pelaku IKM Fesyen dan Kriya untuk mengembangkan usaha dalam konteks “meet-share-collaborate” di mana para pelaku bisa bertemu, berbagi pengalaman dan ide kreatif, serta berkolaborasi menciptakan karya sehingga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap nilai tambah ekonomi kreatif. Tiga Program Utama dari BPIFK/BCIC adalah Creative Business Incubator (CBI), Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA), Design Lab

News & Articles

Terbaru dari Kami

Beberapa berita dan artikel terbaru dari kegiatan dan program BPIFK

Selasa, 31 Mar 2026

By BPIFK-BCIC

IKM Kriya Unjuk Gigi Di Home Tnstyte 2026 Hong Kong Hong Kong Gifts And Premium Fair And Home InStyle To Unveil Market Trends In April 2026

lndustri kerajinan merupakan salah satu sektor strategis dalam struktur industri nasional yang memiliki karakter kuat pada kreativitas, warisan budaya, serta pemanfaatan sumber daya lokal. Di tengah dinamika perdagangan global, industri kerajinan nasional terus menunjukkan ketahanan dan daya saing yang semakin menguat, didukung oleh inovasi desain, penguatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar ekspor. Dalam mendukung penguatan sektor tersebut, Kementerian perindustrian terus menjalankan berbagai program strategis yang mencakup peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi sertifikasi dan standardisasi, penguatan desain dan branding, hingga pembukaan akses pasar ekspor melalui partisipasi pada ajang internasional. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa industri kerajinan memiliki peran penting dalam memperkuat struktur industri berbasis nilai tambah dan budaya nasional. "lndustri kerajinan tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga duta budaya lndonesia di pasar global. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan daya saing, inovasi, serta akses pasar agar produk kriya nasional mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus berjaya di pasar internasional,' ujar Menperin dalam keterangannya, Senin (23). sebagai bagian strategi perluasan akses pasar global, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan lndustri Fesyen dan Kriya (BPIFK) memfasilitasi pelaku lndustri Kecil Menengah (lKM) kerajinan untuk berpartisipasi pada ajang pameran internasional Home lnstyle 2026 yang diselenggarakan pada 27 - oo April 2026 di Hongkong. pameran busrness-to-busrness (B2B) sektor produk rumah tangga dan gaya hidup yang digelar oleh Hong Kong Trade Development council (HKTDC) ini menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen, desainer, distributor, dan buyer internasional dari berbagai negara. Berdasarkan rilis resmi HKTDC, pameran Home lnstyte berhasil menarik sekitar 100.000 buyer global, dengan lebih dari 2o.0oo buyer berasal dari 131 negara dan wilayah. Tingginya partisipasi tersebut menjadikan ajang ini untuk promosi, penjajakan kerja sama dagang, serta peningkatan peluang ekspor secara langsung maupun berkelanlutan melalui platform digital terintegrasi. Menperin menyampaikan bahwa keikutsertaan pada ajang tersebut menjadi momentum strategis bagi pelaku industri kecil dan menengah untuk memperluas jaringan kemitraan, mendorong peningkatan ekspor, serta memperkokoh posisi produk kriya nasional dalam antai pasok global. Berbekal mutu, inovasi, dan kekayaan budaya yang menjadi keunggulan, sektor ini dinilai memiliki prospek yang kuat untuk semakin diterima dan diminati di pasar internasional. "Melalui partisipasi ini, IKM kriya lndonesia memperoleh kesempatan mempromosikan produk unggulan, menjajaki potensi kerja sama dagang, meningkatkan peluang transaksi ekspor secara langsung dan berkelanjutan, Menperin. Direktur Jenderal lndustri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni yanita menyampaikan bahwa kinerja ekspor kerajinan lndonesia menunjukkan capaian yang signifikan. pada periode Januari-Desember 2025, nilai ekspor kerajinan mencapai angka USD 806,63 juta atau tumbuh sebesar 15,46 persen (year-on-year) dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang hanya mencapai angka usD 698,62 juta, menunjukkan adanya penguatan kinerja ekspor kerajinan nasional, serta meningkatnya permintaan pasar global atas produk kerajinan dalam negeri. "Kinerja ekspor kerajinan yang terus menunjukkan tren positif harus kita jaga dan tingkatkan. Pemerintah mendorong IKM agar semakin terintegrasi dalam rantai pasok global melalui penguatan kualitas produk, inovasi desain, dan perluasan akses pasar," ujar Reni dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3). Reni menyampaikan bahwa partisipasi BpIFK pada tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari kerja sama dengan Hong Kong Trade Development council (HKTDC) pada tahun sebelumnya yang memperoleh respons positif dari pasar internasional. "produk kriya lndonesia berhasil menarik perhatian sejumlah buyer potensial, termasuk dari Amerika serikat dan Jepang, sehingga semakin memperkuat keyakinan terhadap daya saing serta peluang ekspansi produk IKM nasional di pasar global," katanya. Reni mengungkapkan terdapat tiga IKM terpilih yang telah melewati proses kurasi, yaitu Manamu, Kampoeng Anyaman, dan Koto Batu. Ketiga IKM tersebut memperoleh fasilitasi unit boofh yang berlokasi di area cuttural and crcative Avenue. selain itu, para pesertajuga mendapatkan dukungan Top-up Product Disptay package untuk mengoptimalkan penataan dan daya tarik visual produk, serta fasilitas promosi melalui Defautt Online Package pada platform daring resmi pameran guna memperluas eksposur dan menjangkau buyer internasional secara lebih efektif. Adapun IKM tersebut menampilkan keunggulan produk kriya dengan karakter dan keunikan masing-masing. Manamu menghadirkan seni kerajinan tenun tangan menggunakan kawat baja khas sumba Timur yang dikenal dengan nama lulu amah, memadukan teknik tradisional dengan pendekatan desain kontemporer. Kampoeng Anyaman menampilkan produk anyaman daun pandan handmade yang mengedepankan kearifan lokal, kualitas pengerjaan, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan. sementara itu, Koto Batu memiliki produk perhiasan berbahan natural gemstones yang menonjolkan keindahan alami batu mulia dengan sentuhan estetika modern dan nilai filosofi yang kuat. "Kami berharap partisipasi pada ajang internasional ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pasar ekspor mempe rkual branding dan membuka peluang kemitraan yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan IKM tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pemain aktif dalam rantai pasok global," ungkap Reni. Kepala Balai Pemberdayaan lndustri Fesyen dan Kriya (BplFK), Dickie sulistya Aprilyanto, menyampaikan bahwa partisipasi ini sejalan dengan penguatan ekosistem industri yang diusung oleh BPIFK yaitu berbasis konsep 3c (create, connect, dan catalyze). "Partisipasi ini memperkuat ekosistem industri BpIFK melalui konsep 3c, khususnya pada aspek Connect, yaitu memperluas akses pasar ekspor dan jejaring kemitraan internasional. Kami berkomitmen untuk terus mendorong IKM binaan agar mampu naik kelas, berorientasi ekspor, dan berdaya saing di pasar dunia, jelas Dickie.

read more

Minggu, 03 Agt 2025

By BPIFK-BCIC

Sustainable Fashion Fest 2025 Sukses Gaungkan Fesyen Ramah Lingkungan

Sustainable Fashion Fest (SFF) 2025 resmi ditutup dengan penuh semangat dan antusiasme. Selama dua hari penyelenggaraan, 2–3 Agustus 2025, festival yang diinisiasi oleh TRI Cycle berkolaborasi dengan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Kementerian Perindustrian RI, berhasil menarik perhatian 866 pengunjung serta menghadirkan pengalaman yang memadukan edukasi, kreativitas, dan aksi nyata menuju fesyen berkelanjutan. Dengan tema “Celebrate the Better Fashion”, SFF 2025 menampilkan berbagai program inspiratif, di antaranya fashion show delapan sustainable brand, pameran 17 karya pemenang Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA), serta workshop kreatif seperti ecoprint, plastic fusion, dan crochet. Festival ini juga menghadirkan tiga sesi talkshow edukatif dengan lebih dari 120 peserta, Repair Corner bersama komunitas penjahit lokal, serta Clothes Swap yang berhasil mengumpulkan 760 kilogram pakaian bekas. Sementara itu, Bazar IKM menghadirkan 39 brand dari Bali, Jawa, Yogyakarta, Lampung, Papua, dan Jakarta dengan total transaksi penjualan lebih dari Rp 58 juta. Tak ketinggalan, Klinik SINI BISA mendapat perhatian positif dengan layanan konsultasi legalitas usaha seperti NIB, SIINas, dan TKDN IK bagi pelaku IKM fesyen. Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya, Dickie Sulistya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengembangkan industri fesyen berkelanjutan. “Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri fesyen dapat berkembang dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat. Ke depan, kami berharap tidak hanya pihak swasta yang terlibat, tetapi juga pemerintah dapat merangkul IKM, komunitas, dan pihak swasta untuk bekerja sama,” ujarnya, Sabtu (2/8) Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang telah diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara Momen penting dalam SFF 2025 turut ditandai dengan peluncuran dua inisiatif baru yang digagas oleh Brand TRI Cycle, alumni program Creative Business Incubator BPIFK 2018, yakni Rekynd Hub dan Brickini. Kehadiran kedua inisiatif ini semakin menegaskan posisi festival sebagai pusat inovasi keberlanjutan berbasis komunitas. Rekynd Hub diperkenalkan sebagai wadah pengelolaan tekstil dengan konsep textile circularity, di mana pengunjung dapat menyumbangkan pakaian bekas, mengolahnya kembali, sekaligus membeli pakaian preloved lokal (non-impor) melalui sistem unik berbasis berat. Pendekatan ini tidak hanya membuat konsumsi fesyen lebih inklusif, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menghargai pakaian dari sisi fungsi dan keberlanjutan, bukan semata tren. Annisa Fauziah, founder Tri Cycle menuturkan bahwa Brickini merupakan hasil kolaborasi TRI Cycle dan Parongpong Raw Lab yang mengolah limbah pakaian renang dari produsen swimwear di Bali. “Melalui Brickini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tekstil dapat diberi nilai baru, tidak hanya sebatas pakaian, tetapi juga diolah menjadi material fungsional yang bermanfaat misalnya menjadi interior dan furniture,” ujarnya, Sabtu (2/8) Indonesia sendiri tengah menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah tekstil. Laporan Global Green Growth Institute (GGGI) mencatat timbulan limbah tekstil nasional mencapai 2,3 juta ton per tahun dan berpotensi meningkat hingga 70 persen dalam beberapa tahun mendatang jika tidak dilakukan intervensi. Sementara itu, menurut Geneva Environment Network, secara global hanya 8 persen serat tekstil yang berasal dari material daur ulang, dan praktik textile-to-textile recycling masih sangat terbatas, yakni di bawah 1 persen. Melalui penyelenggaraan SFF 2025, diharapkan tumbuh kesadaran publik serta terjalin kolaborasi lintas sektor untuk menekan limbah fesyen sekaligus memperkuat peran industri kreatif lokal dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan.

read more

Selasa, 24 Sep 2024

By Admin

Terus Berkomitmen Dorong IKM Fesyen dan Kriya, Kemenperin Kembali Luncurkan Inkubator Bisnis Kreatif

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) atau sekarang yang

read more
Ayo ikut berpartisapasi dalam event - event BPIFK
Lihat Event

Kata Mereka

Testimoni

Creative Business Incubator

Our Latest Tenant