Produk fesyen Brilianto adalah sustained ready to wear, karena kami banyak mengolah kembali kain perca sisa dari produksi koleksi sebelumnya, sekecil apapun kain nya tidak kami buang sehingga menimbulkan efek zero waste, selain itu kami juga bermain dengan kain wastra palembang yaitu jumputan, di mana proses dari pembuatan kain nya juga mengikuti konsep sustainable, kami menggunakan bahan Kathy dan linen sebagai bahan dasar kain jumputan nya, kemudian menggunakan pewarna Alam sebagai pewarnaannya, jika tidak menggunakan pewarna alam sistem pembuangan limbah nya juga sudah mengikuti alur ramah lingkungan yaitu irigasi IPAL ( instalasi pengolaha and air limbah) atau WWTP ( west water treatment plants), yaitu sebuah struktur yang di rancang dan berfungsi untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air, sehingga memungkinkan air tsb dapat digunakan pada aktifitas yang lain. Selain itu juga kami bekerja sama dengan puluhan pengrajin kain jumputan yang kebanyakan adalah kaum ibu ibu dan remaja putri, sehingga kami sangat memberdayakan wanita sebagai tenaga kerja produktif guna membangun ekonomi keluarga yg baik.
Masalah yang banyak di timbulkan dalam kasus ini adalah limbah dari hasil produksi pakaian yang kami timbulkan Baik itu limbah perca atau limbah pewarnaan, Serta kurang nya tenaga kerja di lingkungan kami terutama bagi para wanita. Analisa masalah 1. Masalah limbah kain perca Dalam kurun 1 tahun kami dapat menghasilkan 35 - 40 karung kain perca, dengan masalah selain sampah dapur kami harus membayar lebih untuk bisa membuang limbah sampai ke TPA, kemudian di tambah lagi dengan masalah tidak semua kain ramah lingkungan, masih Ada jenis kain polyesters yg sulit terurai di tanah. Untuk itu solusi yang kami lakukan adalah mengolah limbah perca menjadi kain utuh kembali dengan cara menyatukan kembali ( reunited) sehingga kain dapat di gunakan kembali, baik di olah menjadi pakaian lagi, atau produk home decor. 2. Analisa masalah sistem pembuangan limbah air Saat ini kami bekerja sama dengan puluhan pengrajin kain jumputan di mana pada proses pewarnaan akan menimbulkan limbah. Untuk itu solusi dari kami yaitu kami me buat irigasi IPAL ( instalasi pengolaha and air limbah) atau WWTP ( west water treatment plants), yaitu sebuah struktur yang di rancang dan berfungsi untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air, sehingga memungkinkan air tsb dapat digunakan pada aktifitas yang lain, dan alhamdulillah project IPAL ini pun di support Olen Bank Indonesia Sumatera Selatan. 3. Analisa lapangan pekerjaan Kesulitan ekonomi membuat para wanita harus ikut mencari nafkah membantu suami. Solusi dari kami adalah membuka lapangan kerja bagi para wanita sebagai penjahit, pencelup kain, pelukis kain, sehingga cara ini membuat wanita menjadi berdaya guna dalam memajukan ekonomi keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Fesyen
Jl MP Mangkunegara komplek villa tanjung harapan blok A no 28 kenten palembang
Produk