figure
tenant

Exploring the hidden paradise of Kotabaru

Muhammad Basir

Pada konsep desain sketsa yang kami rancang ini,kami membuat busana pesta yang terdiri dari 3 pakaian, yaitu setelan blus dan celana panjang serta baju luaran ( outer). Pada baju luaran kami gunakan kain tradisional Sasirangan Khas Kotabaru yang dikombinasikan dengan bordir Pralusi dan cat lukis tekstil untuk isian pada motif kain yang kami angkat yaitu pesona wisata yang ada di daerah kami Kabupaten Kotabaru. Mencakup Ikon-ikon wisata dan kekayaan alam yang ada di Kotabaru, berupa Taman Siring Sa-ijaan dengan ikonnya dua tugu Ikan Todak Kembar, Rampa Berkah dengan ikonnya Tugu dengan kapal diatasnya, Bukit Mamake dan Bapake dengan aktifitas Paralayang dan Gantole, Hutan Meranti dengan ikonnya Puncak Meranti yang dapat melihat pemandangan perbukitan yang ada di sebrang Kotabaru Pulau Laut, Pantai Teluk Tamiang dengan ikon khasnya Kapal Layar yang ada di atas bukit, Pantai Gedambaan dengan ikonnya Gerbang ayunan di bibir pantai dan Wisata Terumbu Karang dengan Biota Laut yang banyak terdapat diperairan laut Kotabaru. Sasirangan Bordir Lukis baju luaran (outer) ini kami rancang dengan kerah shanghai berkancing 2 dan lengan ½ yang di bentuk agak landai dengan hiasan juntaian tali kain. Sedangkan di bagian sisi terdapat belahan di kanan-kirinya, pada batas pinggang sampai bawah panggul terdapat tambahan aplikasi kain perca dan tali yg menghias. Adapun untuk bagian dalam terdiri dari setelan baju blus kerah bulat dan lengan panjang bermanset serta celana panjang bentuk pipa. Bahan dasar pada rancangan ini merupakan bahan jenis katun sutra yang lembut dan ringan, dengan aplikasi bordir Pralusi yang sangat halus dibagian dalam namun terlihat tampak mewah dan estetik dibagian luarnya, sehingga menambah kesan elegan pada pemakainya dan terasa nyaman saat dipakai. Kemudian dalam rancangan ini kami juga menambahkan kombinasi limbah kain perca yang dijahit dengan teknik Chenille pada bagian kerah shanghai, lengan outer dan tali yang menjuntai,aplikasi kain perca pada sisi bagian pinggang sampai panggul, manset blus, ½ bagian pada muka blus dan pada bagian bawah celana panjang. Sehingga kain limbah perca dari Sasirangan yang kami buat tetap berguna dan tidak terbuang, karena masih memiliki nilai jual dan manfaat.

Pengrajin kain tradisional Sasirangan di daerah kami kabupaten Kotabaru masih terbilang cukup terbatas. Dan untuk motif Sasirangan itu sendiri masih terbilang standar biasa saja. Sedangkan limbah kain perca Sasirangan pun masih jarang di proses kembali untuk menjadi barang yang berdaya jual tinggi. Jadi, berdasarkan kondisi tersebut akhirnya tercetuslah ide kami untuk menginovasi kain Sasirangan dengan kombinasi lukis pada bagian motif dan bordir Pralusi yang sangat halus terutama pada bagian dalam kain. Yang menjadi kendala kami dalam rancangan ini adalah tahapan proses pembuatannya yang cukup panjang dan membutuhkan waktu yang lama, karena melibatkan banyak tenaga pengrajin dan pekerja di daerah kami. Mulai dari menyiapkan bahan dasar kain Sasirangan yang melalui proses salin pola motif, penjelujuran, tarik ikat benang, pewarnaan, pelepasan jelujuran, penyetrikaan, pelukisan, pembordiran, hingga tahap pemotongan dan penjahitan, yang keseluruhan tahap prosesnya dikerjakan oleh pekerja yang berbeda. Sedangkan untuk aplikasi limbah perca, karena kain yang berbeda-beda otomatis desain dari kain perca pun tidak akan bisa diproduksi sama persis.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2024

Kategori:

Fesyen

Alamat:

Jl.H.Agussalim no.53a RT.02 RW.01

Produk

Exploring the hidden paradise of Kotabaru

figure
figure

Butuh info layanan atau program BPIFK?
Yuk tanya langsung!

Contact BPIFK