figure
tenant

Sekala Niskala

Izma Warits Fitriana

Mengadopsi falsafah hidup masyarakat Bali Tri Hita Karana, yakni sebagai akar atas keseimbangan di Bali terhadap isu sosial, budaya dan lingkungan yang terjadi akibat pergesekan pariwisata Bali. Yaitu antara lain: palemahan (hubungan antara manusia dan alam), pawongan (hubungan antar sesama manusia/memupuk asah, asih, asuh) dan parahyangan (hubungan antara manusia dan Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi). Itulah yang menjadi akar dalam mengembangkan pariwisata dan hidup berkehidupan di Bali. Falsafah hidup tersebut akan diangkat sebagai idea desain yang dapat menjadi koleksi awal pada brand Sereny yang memiliki harapan ketenangan jiwa dan keselarasan alam dalam setiap proses dan material desain. Dalam koleksi ini Sereny akan berkolaborasi dengan pengrajin botanical dye, Ecoprinting sebagai pemasok kain dengan motif tumbuh-tumbuhan dan keindahan Bali. Ide bentuk dan warna pada motif kain terinspirasi dari keindahan pantai, liak-liuk terasering sawah, dedaunan dan bunga yang di aplikasikan menyerupai bentuk pura, taman bunga atau kebun dan embroidery sebagai efek 3D pada garmen. Kemudian pemilihan bahan yang ramah lingkungan seperti cotton organik, linen, atau sutra dan proses pewarnaan botanical dye dengan pewarna alami.

Pariwisata menjadi daya tarik yang penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia, melihat Indonesia kaya akan alam dan budaya menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang wajib dikembangkan dan dilestarikan. Menurut TripAdvisor, Bali menjadi destinasi kedua dunia semenjak tahun 2021. Bali memiliki daya tarik laut bagi peselancar mancanegara, Pura keagamaan dan budaya Hindu hingga destinasi healing seperti Terasering di Tegalalang. Meskipun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar Bali akan tetapi interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat tersebut dapat menimbulkan permasalahan sosial, budaya dan lingkungan. Seperti banyaknya lahan persawahan Bali yang beralih fungsi menjadi hotel dan Resort mewah, tergesernya masyarakat asli dari tempat tinggalnya, timbunan sampah dan beberapa kebudayaan serta tradisi Bali yang pudar, hingga kriminalitas. sehingga isu tersebut akan sangat buruk bagi keberlangsungan pariwisata di Bali, jadi dalam konsep koleksi kali ini desainer ingin mengangkat falsafah hidup Tri Hita Karana dalam berkehidupan berbusana sehingga menampilkan keindahan sosial, budaya dan lingkungan Bali yang terlukis dan terukir pada kain ramah lingkungan dengan teknik eco printing dan embroidery. keunggulan desain : dalam setiap satu piece pakaian tidak identik satu sama lain karena dikerjakan dengan tangan, ketersediaan tumbuhan yang ada serta teknik pencelupan warna yang natural, sehingga bukan barang mass production.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2024

Kategori:

Fesyen

Alamat:

Bojongrangkong

Produk

Sekala Niskala

figure
figure

Butuh info layanan atau program BPIFK?
Yuk tanya langsung!

Contact BPIFK