Konsep Teknik ECO PATTERN Teknik yang digunakan adalah ECO PATTERN merupakan sebuah inovasi dari teknik menggolah kain yaitu ECO PRINT biasanya susunan daun yang meninggalkan jejak, diganti menggunakan kertas yang dipotong membentuk sebuah motif kemudian disusun sesuai dengan desain dan dilakukan teknik transfer warna dengan cara menaruh potongan kerta pada atas permukaan kain yang sudah dimordanting/ diolah secara alami kemudian menutup kain tersebut dengan lembar kain lain yang sudah direbus dengan zat warna alam, kemudian menggulung nya dan dilakukan proses pengukusan untuk terjadi transfer warna, maka bagian permukaan kain yang tidak tertutup oleh potongan kertas menjadi berubah warna gelap sedangkan yang tertutup potongan kertas meninggalkan jejak motif berwarna terang/muda. Besar kecil motif bisa menyesuaikan dengan desain yang dibuat dan bisa dikomposisikan dengan mudah karena peletakan nya dapat disusun dengan baik. Teknik ini dikembangkan dalam studio produksi warna alam pribadi yang sudah dilakukan sejak akhir tahun 2023. Konsep Visual Terinspirasi dari ukiran/ornamen rumah adat batak seperti rumah adat toba, seringkali menampilkan motif yang kaya akan simbolisme dan makna budaya. motif-motif ini biasanya melibatkan pola geometris, garis melengkung serta bentuk-bentuk alami seperti tumbuhan dan hewan yang mencerminkan tradisi batak. Dari inspirasi diatas saya ingin menyuguhkan sebuah konsep “AKAR” sebagai simbol dari fondasi yang penting dalam mencapai impian dan kesuksesan. Akar seringkali tersembunyi di bawah permukaan, namun perannya dalam memberikan dukungan dan kestabilan sangat vital. Akar ini kemudian saya olah menjadi sebuah gambar yang terlah distilisasi/diubah bentuk sedemikian rupa melalui kaidah seni yang menggabungkan unsur garis melengkung dan meliuk-liuk dan susun secara geometris sehingga tercipta sebuah pola yang berulang. saya ingin mengajak orang lain untuk menghargai sebuah proses dan upaya yang dilakukan, bukan hanya hasil akhirnya saja. Pesan yang terkandung dalam konsep “AKAR” mengajarkan bahwa memiliki impian yang tinggi memerlukan fondasi yang kuat, dan penting untuk selalu menghargai dan mengingat perjalanan yang telah dilalui. Juga mengingatkan kita tidak sombong atas pencapaian kita, melainkan bersyukur dan memahami bahwa kesuksesan kita dibangun atas usaha dan dukungan yang tak terlihat, mirip dengan bagaimana akar menopang dan memberi kehidupan pada tanaman. Apresiasi terhadap akar ini mendorong kesadaran akan pentingnya suatu proses, kerja keras dan sikap rendah hati dalam perjalanan mencapai impian.
Masalah yang dihadapi oleh IKM dalam proses ecoprint dengan mengganti daun dengan kertas dapat dianalisis sebagai berikut: 1. Keterbatasan Kreativitas Desain: IKM mungkin mengalami kesulitan dalam menciptakan motif atau ornamen yang menarik dan inovatif menggunakan kertas. Ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam desain tekstil atau kurangnya pengetahuan tentang tren terbaru dalam desain. 2. Kualitas dan Estetika Produk: Produk ecoprint yang dibuat dengan mengganti daun dengan kertas mungkin tidak memiliki kualitas visual atau estetika yang memadai. Ini dapat mengurangi daya tarik produk di pasar yang kompetitif. 3. Keterbatasan Teknik Produksi: IKM mungkin menghadapi kendala dalam menerapkan teknik produksi yang tepat untuk menghasilkan produk ecoprint yang berkualitas tinggi. Ini termasuk pengaturan suhu, tekanan, atau bahan baku yang digunakan. 4. Tantangan dalam Pemasaran: Produk ecoprint yang tidak menarik atau tidak memiliki desain yang menonjol dapat menghadapi kesulitan dalam menarik perhatian konsumen dan membedakan diri dari pesaing. 5. Kesulitan dalam Menyesuaikan dengan Tren Pasar: IKM mungkin tidak selalu mampu menyesuaikan produk mereka dengan tren dan preferensi pasar yang berubah-ubah, yang dapat mengakibatkan produk menjadi kurang relevan atau tidak diminati oleh konsumen. 6. Keterbatasan Sumber Daya dan Akses: IKM mungkin memiliki keterbatasan dalam akses terhadap sumber daya seperti teknologi desain yang canggih, bimbingan desain profesional, atau akses ke pasar yang lebih luas. 7. Kesulitan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk: Meskipun menggunakan kertas sebagai pengganti daun dalam proses ecoprint adalah inovasi, namun IKM mungkin kesulitan dalam meningkatkan nilai tambah produk mereka melalui desain yang unik dan estetika yang menarik. Dengan mengidentifikasi masalah-masalah ini, IKM dapat merumuskan strategi yang lebih baik untuk mengatasi tantangan dalam menghasilkan produk ecoprint yang menarik dan kompetitif di pasar. Langkah-langkah seperti kolaborasi dengan desainer, pelatihan keterampilan, peningkatan teknologi produksi, dan memahami lebih baik kebutuhan pasar dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Fesyen
Jl. Tabri No.17A, RT.4/RW.3, Batu Ampar, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13520
Produk