Aktivitas makan menjadi salah satu dari banyak tradisi yang ada di Indonesia, ini dapat dilihat dari banyaknya daerah-daerah yang memiliki tradisi unik terkait makan dan cara makannya. Ngaliwet merupakan salah satu tradisi makan dari jawa barat yang umumnya dikenal sebagai sebuah acara makan bersama yang ikonik. Terdapat beberapa faktor yang membuat tradisi ngaliwet mulai ditinggalkan oleh sebagian orang, salah satunya adalah terkait kehigienisan. Meja ini dirancang untuk mencoba mengakomodir hal tersebut dengan mempertimbangkan masalah kehigienisan namun tetap memegang erat filosofi kebersamaan yang menjadi esensi dari ngaliwet itu sendiri. Elevasi menjadi hal prioritas dalam pengembangan desain ini, karena pada umumnya ngaliwet diadakan dengan meletakkan makanan diatas daun pisang yang posisinya tepat di atas lantai. Posisi seperti ini memungkinkan makanan terkontaminasi bakteri atau kuman, sehingga meninggikan posisi makanan menjadi solusi terbaik dalam menghindari hal tersebut sekaligus menghindari kejadian-kejadian tidak terduga lainnya yang kerap terjadi saat ngaliwet, seperti terinjak dan lain-lain. Tinggi dan lebar meja juga dibuat sedemikian rupa untuk tetap mempertahankan posisi makan lesehan yang menjadi bagian dari tradisi ngaliwet, sehingga para penggunanya tetap dapat makan dengan nyaman dalam posisi lesehan. Bagian tengah dari meja ini digunakan untuk menaruh nasi seperti ngaliwet pada umumnya dan bagian sisi-sisinnya di khususkan untuk bagian personal, sehingga kehigienisan bisa tetap terjaga dengan memberikan ruang khusus bagi masing-masing pengguna di tiap sisi meja. Meja yang berbentuk persegi juga memudahkan untuk menyambung meja dibagian kiri dan kanan sehingga dapat menambah jumlah orang saat melakukan ngaliwet. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah disebutkan, Desain meja ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih baik saat melakukan ngaliwet.
Masalah Sosial dan Lingkungan yang terjadi adalah tradisi ngaliwet mulai ditinggalkan karena kekhawatiran akan kebersihan, yang mengurangi interaksi sosial dan kebersamaan dalam masyarakat. Selain itu makanan yang diletakkan di lantai meningkatkan risiko kontaminasi bakteri atau kuman, yang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Maka dari itu, Laswet (Alas Liwet) hadir dengan meja lesehan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi dan meningkatkan kebersihan pada saat ngaliwet dilaksanakan. Meja ini juga dirancang memiliki zona pribadi dan zona sharing, sehingga dapat menjaga kebersihan setiap peserta ngaliwet. Meja berbentuk persegi dapat disambungkan untuk menambah jumlah peserta, sehingga cocok untuk berbagai ukuran ruang. Tinggi dan lebar meja dirancang agar tetap nyaman untuk makan dalam posisi lesehan, sesuai dengan tradisi ngaliwet. Desain ini bertujuan untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam lingkungan tetangga, dengan menciptakan ruang yang mendukung tradisi makan bersama yang bersih, nyaman, dan fleksibel. Meja ngaliwet ini tidak hanya mempertahankan budaya lokal tetapi juga meningkatkan interaksi sosial dan solidaritas antar peserta ngaliwet.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Kriya
Jl. Kubang Utara 2 No.6E, Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40134
Produk