figure
tenant

CASTOB

Salsabilah

Gagas ide yang dijadikan sebagai konsep desain atasan tersebut adalah bentuk detail dari baju beskap khas solo. Yang mana ide tersebut dikembangkan menjadi ide busana baru yang lebih casual dan lebih diminati oleh banyak kalangan anak muda. Selain itu ide tersebut juga dikembangkan kedalam konsep yang mengarah ke skena outfit tetapi memadupadankan dengan wastra budaya sumatra utara. Kemudian gagas bentuknya diambil dari bentuk-bentuk busana yang identik dengan overzise. Dan gagas detailnya menggunakan detail-detail yang unik, mulai dari siluet i yang digunakan kemudian detail bordiran pada kerahnya, dan juga sampai detail cuttingan batik nya disesuaikan dengan bentuk gorga simataniari. Untuk lebih jelasnya simaklah desain berikut ini. Selanjutnya gagas warna yang dipilih adalah warna-warna yang terdapat pada gorga atau warna khas dari batak toba. Tujuannya desainer memilih warna tersebut adalah untuk mengenalkan dan menunjukkan khas dari gorga dalam desain busana tersebut. Yang mana warna-warna tersebut memiliki makna baik tersendiri menurut kepercayaan masyarakat batak toba. Kemudian gagas bahan yang dipilih dalam desain tersebut adalah bahan-bahan yang mencerminkan tentang sustainability fashion, karena menggunakan bahan limbah jeans sebagai bahan dasar produk dengan dikolaborasikan menggunakan olahan kain dari limbah benang dan juga produk dari kerja sama mitra IKM. Nah untuk lebih jelas dalam memahami penjelasan konsep desain tersebut perhatikanlah gambar desain yang dilampirkan oleh desainer dibawah ini.

Bicara tentang fesyen, maka masalah yang dapat ditemui dalam kehidupan sosial dan lingkungan tidak lain adalah Limbah Fesyen dari Fast Fesyen. Nah, semakin meningkatnya limbah tersebut para desainer disini menuangkan ide-idenya kedalam sebuah desain baru untuk mengurangi limbah tersebut. Dengan tujuan untuk lebih melestarikan lingkungan dan menjaga lingkungan kita dari limbah fesyen. Karena pada dasarna jika limbah fesyen tidak dapat diatasi maka limbah tersebut dapat meningkatkan pemanasan global. Oleh karena itu para desainer disini membuat sebuah konsep desain yang memanfaatkan limbah fesyen dari fast fesyen berbahan jenis jeans menjadi sebuah produk baru yang sangat menakjubkan. Selain itu keunggulan lain dari desain kami adalah menggunakan kain yang diolah sendiri, kain tersebut berasal dari limbah benang yakni dari sisa produksi para produsen tekstil di sumatra utara. Nah lembaran kain tersebut diolah sendiri menggunakan teknik susun menyusun. Lalu kedua ide tersebut dikolaborasikan menjadi desain yang unik dengan menggabungkan produk dari calon mitra IKM. Tujuan utama dari desainer adalah untuk mengurangi limbah jeans dan untuk memanfaatkan limbah benang yang mana masih banyak sekali orang bingung untuk memanfaatkan limbah tersebut. Selain itu ide ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desainer-desainer lain untuk lebih peduli lagi terhadap limbah fesyen terutama limbah benang yang dihasilkan oleh para produsen tekstil maupun perusahaan-perusahaan benang bukan hanya disumatra utara akan tetapi diseluruh Indonesia. Dengan begitu lingkungan kita dapat tetap terjaga dan terlestarikan.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2024

Kategori:

Fesyen

Alamat:

Jl. Utama muktijaya

Produk

CASTOB

figure
figure

Butuh info layanan atau program BPIFK?
Yuk tanya langsung!

Contact BPIFK